LAPORAN HASIL PRAKTIKUM DIFUSI DAN OSMOSIS

 

LAPORAN HASIL PRAKTIKUM

BIOLOGI DAN KLASIFIKASI TANAMAN

DIFUSI DAN OSMOSIS

 “TANAH (LIAT, GEMBUR, BERPASIR)”

 

Disusun oleh  :

KELOMPOK 3

1-B Agroteknologi

 

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG

KARAWANG

2018


 PEMBAHASAN 

Difusi adalah pergerakan molekul suatu zat secara random yang menghasilkan pergerakan molekul efektif dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Contoh- contohnya adalah difusi zat warna dalam air tenang, difusi glukosa dan teknik tomografi, difusi zat melalui membran, difusi oksigen dalam membran polimer. Bahkan difusi tidak hanya terjadi pada skala mikro tetapi juga skala makro, seperti difusi gas dalam galaksi. Model dasar yang digunakan dalam penelitian tentang difusi biasanya adalah hukum Fick namun bentuknya akan bervariasi sesuai dengan asumsi-asumsi peneliti.

Difusi merupakan salah satu prinsip yang menggerakkan partikel zat seperti CO2, O2 dan masuk ke dalam jaringan. Gerak partikel zat ini dipengaruhi oleh beberapa faktor penting, H2O meliputi :

1)      Beda suhu

Setiap zat cenderung dalam keadaan bergerak. Tenaga gerak semakin besar pada suhu yang semakin tinggi, sehingga gerak zat akan semakin cepat.

2)      Beda konsentrasi

Perbedaan konsentrasi zat membangkitkan tenaga gerak suatu zat.

3)      Beda tekanan

Pergerakan zat juga terjadi karena adanya beda tekanan antara dua daerah. Misalnya, antara daerah di sekitar akar (rizhosfer) dengan keadaan di dalam sel / jaringan.

 

Air mempunyai fungsi yang penting dalam tanah. Air terdapat dalam tanah karena ditahan (diserap) oleh massa tanah, tertahan oleh lapisan kedap air, atau karena keadaan drainase yang kurang baik. Air dapat meresap atau ditahan oleh tanah karena adanya gaya-gaya adhesi, kohesi, dan gravitasi.

Tekstur tanah menunjukkan kasar halusnya tanah. Tekstur tanah merupakan perbandingan antara butir-butir pasir, gembur dan liat. Untuk membedakan masing-masing tekstur tanah dapat dilihat ciri–ciri dari ketiga tekstur tanah tersebut. Selain itu, setiap tekstur tanah mempunyai karakteristiknya masing–masing. Karakteristik tekstur pasir yaitu daya menahan air rendah, ukuran yang besar menyebabkan ruang pori besar lebih banyak, perkolasi cepat, sehingga aerasi dan drainase tanah pasir relative baik. Partikel pasir ini berbentuk bulat dan tidak lekat satu sama lain. Karakteristik tekstur gembur yaitu pasir kecil, yang tanah keringnya menggumpal tetapi mudah pecah jika basah, empuk dan menepung. Fraksi debu mempunyai sedikit sifat plastis dan kohesi yang cukup baik. Karakteristik tekstur liat yaitu berbentuk lempeng, punya sifat lekat yang tinggi sehingga bila dibasahi amat lengket dan sangat plastis, sifat mengembang dan mengkerut yang besar.


Foto saat Proses Praktikum Berlangsung

 

 

 

 

 

 

 

 



Jika membutuhkan dokumen lengkapnya format Ms. Word langsung saja KLIK DISINI

 

PENGAMATAN 

Tabel hasil uji difusi & osmosis terhadap tanah

No

Hasil Uji  Difusi & Osmosis

Keterangan

Sebelum dimasukkan ke dalam air

Sesudah dimasukkan ke dalam air

1

TANAH LIAT

Berat menjadi bertambah dengan pertambahan sebesar 0.31 gram dari berat awal

 

Berat : 124.86 gram

 

Berat : 125.17 gram

 

2

 

TANAH GEMBUR

Berat menjadi bertambah dengan pertambahan sebesar 8.68 gram dari berat awal

 

 

 

Berat : 90.28 gram

 

 

 

Berat : 98.96 gram

 

3

TANAH BERPASIR

Berat menjadi bertambah dengan pertambahan sebesar 0.3 gram dari berat awal

 

Berat : 118.04 gram

 

 

Berat : 118.34 gram

 

    Hasil Pengamatan

Berdasarkan Tabel tersebut, dapat dilihat bahwa berat pada masing-masing tanah berbeda baik sebelum dimasukkan ke dalam air maupun sesudah dimasukkan ke dalam air . Pada tanah pasir memiliki pertambahan sebesar 0,3 gram, pada tanah liat memiliki pertambahan sebesar 0,31 gram dan pada tanah gembur memiliki pertambahan sebesar 8,68.

Sesuai dengan sifatnya, tanah dapat menahan air. Tanah liat terdiri dari partikel sangat kecil berkurang koloid dengan banyak permukaan hidrofilik. Jadi air yang kadarnya lebih rendah daripada kapasitas lapang sebagian besar di tahan oleh daya tarik antara molekul air dan permukaan partikel tanah liat. Tanah yang kaya akan tanah liat dan humus (atau tanah bertekstur sedang) mampu menahan air paling banyak.

Sedangkan pada tanah pasir menahan air paling rendah. Tanah yang didominasi pasir akan banyak mempunyai pori-pori makro, tanah yang didominasi gembur akan mempunyai pori-pori meso (sedang), sedangkan didominasi liat akan banyak mempunyai pori-pori mikro. Hal ini berbanding terbalik dengan luas permukaan yang terbentuk, luas permukaan mencerminkan luas situs yang dapat bersentuhan dengan air, energi atau bahan lain, sehingga makin dominan fraksi pasir akan makin kecil daya tahannya untuk menahan tanah.

Makin poreus tanah akan makin mudah akar untuk berpenetrasi, serta makin mudah air dan udara untuk bersirkulasi tetapi semakin mudah pula air untuk hilang dari tanah dan sebaliknya, makin tidak poreus tanah akan makin sulit akar untuk berpenetrasi serta makin sulit air dan udara untuk bersirkulasi. Oleh karena itu, maka tanah yang baik dicerminkan oleh komposisi ideal dari kedua kondisi ini, sehingga tanah bertekstur gembur dan lempung akan mempunyai ketersediaan yang optimum bagi tanaman, namun dari segi nutrisi tanah lempung lebih baik ketimbang tanah bertekstur gembur.


    Kesimpulan

Pada percobaan yang telah dilakukan sebelumnya larutan tanah yang memiliki luas tak terbatas, pada umumnya memiliki konsentrasi yang rendah, jadi defisit tekanan difusi ada rendah (sedikit). Pemasukan air dari tanah ke dalam sel-sel akar dengan jalan difusi dan osmosis berdasarkan hukum gas yang berlaku juga untuk zat cair dan zat padat. Air berdifusi dari suatu larutan yang encer ke larutan yang lebih pekat, atau dengan kata-kata lain, air berdifusi dari daerah yang defisit tekanan difusinya kecil ke daerah yang defisit tekanan difusinya besar. Keadaan seperti ini kita jumpai pada larutan tanah, pada umumnya larutan tanah merupakan larutan yang konsentrasinya jauh lebih rendah daripada konsentrasi larutan yang ada di dalam sel-sel akar. Hasil penyelidikan menunjukkan pula bahwa nilai osmosis sel-sel tanaman itu mengalami perubahan sesuai dengan keadaan air di dalam tanah

Dari data diatas dapat kita simpulkan bahwa difusi dan osmosis merupakan transpor pasif zat. Selain difusi dan osmosis juga ada difusi terfasilitasi yang juga merupakan transpor pasif. Difusi adalah pergerakan zat dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah tanpa memerlukan energi. Sedangkan osmosis adalah pergerakan zat melalui membran dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah tanpa memerlukan energi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi difusi adalah temperatur, ukuran molekul, berat molekul, gradien konsentrasi, luas permukaan membran, kelarutan, dan jarak tempat berlangsungnya difusi. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi osmosis adalah temperatur, zat terlarut, luas permukaan, jarak zat terlarut dan pelarut, ukuran molekul, dan tebal membran.

 

DAFTAR PUSTAKA

Frank, Salisburry B. 1995. Fisiologi Tumbuhan. Penerbit ITB, Bandung

Kohnke, H. 1989.  Fisika Tanah. Terjemahan B.D. Kertonegoro. Jurusan Tanah Fak. Pertanian UGM. Yogyakarta. 264

Hardjowigono, H.S. 2003. Ilmu Tanah. Akademika Pressindo, Jakarta.

 

Jika membutuhkan dokumen lengkapnya format Ms. Word langsung saja KLIK DISINI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LAPORAN HASIL PRAKTIKUM DIFUSI DAN OSMOSIS

  LAPORAN HASIL PRAKTIKUM BIOLOGI DAN KLASIFIKASI TANAMAN DIFUSI DAN OSMOSIS   “TANAH (LIAT, GEMBUR, BERPASIR)”   Disusun oleh   :...